SEJARAH YSI CABANG BANTEN

Berdirinya Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten (YSIB) adalah inisiatif istri dari Jenderal Besar Nasution, Johananna Sunarti Nasution yang akrab dipanggil dengan Bu Nas untuk memisahkan anak – anak disabilitas, dengan anak-anak pada umumnya yang berada di YSI Cabang Jakarta. Sebab jika mereka dibiarkan terus bersama, maka anak-anak yang terlahir non disabilitas akan mendapat dampak yang tidak baik dalam proses tumbuh kembangnya, mereka akan mengikuti pola bersikap seperti teman-temannya yang disabilitas. Pada awalnya  anak – anak non disabilitas dan anak-anak disabilitas diasuh di tempat yang sama yaitu di Yayasan Sayap Ibu Cabang Jakarta. serta pertimbangan lainnya, juga seiring dengan perkembangan, saran  para psikolog serta rekomendasi para ahli maka anak umumnya dan anak yang mengalami disabilitas berat harus dirawat secara terpisah.  Alasannya kalau anak-anak non disabilitas dicampur dengan yang disabilitas maka perilaku anak-anak yang non disabilitas justru  akan mengikuti anak-anak disabilitas tersebut, mengingat kebiasaan anak adalah suka meniru. Lebih dari itu alasan utama pemisahan adalah agar anak-anak penyandang disabilitas terutama yang tingkat disabilitasnya tergolong berat  dapat ditangani secara lebih spesifik.

Pada tanggal 1 Oktober 2005 didirikanlah Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten dengan Ketua Umum Ibu Trusti Mulyono Masa Bhakti 2005 – 2010 yang berlokasi di Bintaro, Jakarta Selatan. Dikhususkan untuk merawat anak-anak Penyandang Disabilitas. Perawatan anak-anak Penyandang Disabilitas bisa ditangani dengan lebih baik. Dijelaskan oleh Bu Tjipto bahwa anak-anak yang diasuh oleh Yayasan Sayap Ibu cabang Banten  pada awalnya adalah, pindahan dari anak-anak Yayasan Sayap Ibu cabang Jakarta. Sebelumnya Yayasan Sayap Ibu Bintaro merupakan Unit dari cabang Jakarta  Pada saat itu Bintaro masuk dalam wilayah unit Jakarta, tetapi ketika terbentuk Provinsi Banten maka diputuskan Yayasan Sayap Ibu Bintaro dijadikan Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten.

Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten (YSIB) adalah organisasi nirlaba yang merupakan pengembangan dari Yayasan Sayap Ibu, yang bertujuan untuk melakukan usaha kesejahteraan sosial kemasyarakatan yang bersifat terbuka dan bersedia bermitra dengan lembaga, perusahaan atau perorangan baik dari dalam maupun luar negeri dalam bidang pembangunan kesejahteraan sosial dengan prinsip kemanfaatan sebesar-besarnya bagi anak disabilitas ganda terlantar. Yayasan Sayap Ibu senantiasa peduli terhadap hak anak, yaitu perawatan dan perlindungan sejak semasa didalam kandungan dan sesudah dilahirkan. Dengan berlandaskan kasih sayang, Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten menampung dan merawat anak – anak disabilitas ganda terlantar, melakukan rehabilitasi dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak dengan bantuan kelompok ahli dibidang kesehatan dan pendidikan, YSIB juga menyelenggarakan pendidikan luar biasa bagi anak-anak, disamping memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam menyikapi anak disabilitas dan berbagai usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah kecacatan (cacat lahir).

Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten beralamat di Jl. Raya Graha Utama No. 33B RT 04 RW 01,Kel. Pondok Kacang Barat, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15226. YSIB diresmikan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi Banten pada tanggal 1 Oktober 2005, dengan memegang teguh komitmen terhadap perlindungan dan perawatan tumbuh kembang anak disabilitas ganda terlantar yang secara tidak langsung juga berarti membantu pemerintah dalam memenuhi hak-hak anak akan perlindungan dan perawatan.Tahun 2009 berkat budi baik dan bantuan lahan fasilitas sosial dari Pemda Kotamadya Tangerang dan tentunya juga fasilitas dari PT Jaya Real Property, berdirilah sebuah bangunan gedung permanen Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten yang didanai oleh Bennink Foundation dari Netherlands.

Kini, Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten menyantuni dan membina lebih dari 487 anak dengan disabilitas majemuk antara lain: Hydrocephallus, Microcephaly, Down Syndrome, Celebral Palsy, Autisme dan lainnya. Sebanyak 37 anak berada dalam perawatan panti dan selebihnya berada di luar panti (nonpanti) yaitu anak disabilitas yang diasuh dan dirawat oleh orang tua atau keluarga intinya yang berada di wilayah JABODETABEK, Sukabumi, Serang, Majalengka, serta Bandung dan provinsi lain di Indonesia dari keluarga prasejahtera. Hal ini merupakan wujud dukungan YSIB bahwa pengasuhan terbaik anak berada dalam keluarga inti  dan masyarakat. Didalam naungan YSIB mereka diberikan bantuan berupa memfasilitasi dalam pembuatan BPJS, tambahan nutrisi, alat bantu, obat – obatan dan biaya operasi apabila diperlukan, juga berbagai pelatihan khusus merawat anak penyandang disabilitas.

Untuk memastikan bahwa anak – anak disabilitas terpenuhi hak – hak dasarnya, Disamping Panti yang  berada di Jl. Raya Graha Utama, YSIB juga mendirikan Paguyuban Keluarga Disabilitas Mandiri (PKDM) Curug pada tanggal 03 Desember 2013 dan beberapa Unit Pelayanan Disabilitas (UPD) yaitu UPD Tangerang Selatan diresmikan pada tanggal 26 Desember 2014, UPD Kota Tangerang diresmikan pada tanggal 15 Mei 2018, dan UPD Andara, Depok pada tanggal 22 Desember 2018 dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas, hingga tenaga ahli dan terampil sebagai wadah bagi anak – anak dan orang tua anak penyandang disabilitas.

Untuk mewujudkan salah satu misi YSIB yaitu memberikan pendidikan yang layak bagi anak – anak penyandang disabilitas, dengan bantuan dari Stiching Netherland dan para donatur yang ikut membantu dalam proses pembelian tanah, pada bulan Desember 2018 YSIB telah berhasil melunasi pembelian tanah yang akan digunakan untuk Pendirian Sekolah Khusus Sayap Ibu untuk anak-anak Multi Disabilitas pertama di Provinsi Banten.